8 Fakta Unik Kerajaan Majapahit

Siapa yang tak pernah mendengar nama Majapahit? Majapahit merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Boleh dibilang, kerajaan ini merupakan negara super power di masanya yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia di masa itu, bahkan satu dari dua emperor terbesar di Asia bersandingan dengan kekaisaran China. Namun seiring berjalannya waktu, kerajaan Majapahit yang telah berkuasa hingga berabad-abad ini ada masanya akhirnya runtuh. Tidak banyak warisan ataupun serpihan peninggalan dari peradaban termasyhur di masanya itu yang terletak di kompleks situs budaya Trowulan.

Namun banyak sekali fakta unik dan menarik dari kerajaan Majapahit yang mungkin tidak dijelaskan di buku sekolah. Itulah mengapa banyak bagian dari sejarah peradaban leluhur kita yang mulai dilupakan. Padahal inilah akar kekuatan sebenarnya dari bangsa Indonesia, memiliki keteguhan dan kekuatan super power dalam kontribusinya terhadap dunia yang perlu dipelajari oleh generasi milenial saat ini. Berikut fakta menarik kerajaan Majapahit yang menarik untuk diketahui:

1. Kerajaan Terbesar di Asia Tenggara

Kerajaan Majapahit pertama kali berdiri pada tahun 1293 atau akhir abad ke 13. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya, ia diangkat menjadi Raja dengan gelar Sri Kertajasa Jayawardhana. Raden Wijaya memerintah kerajaan Majapahit selama 16 tahun sampai akhirnya digantikan oleh Sri Jayanegara.

2. Berdirinya kerajaan Majapahit

Kekuasaan dari kerajaan ini sangat besar, bahkan termasuk yang terbesar di Asia di samping kekaisaran China. Kerajaan Majapahit memiliki lambang kerajaan berupa Surya dan bendera berwarna merah putih yang sekarang menjadi warna bendera Indonesia.

3. Luas Wilayah Kekuasaan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang sangat besar. Wilayah kekuasaannya tak hanya di pulau Jawa. Namun juga tersebar di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, wilayah kerajaan Malaka (Malaysia) dan Kesultanan Champa (Vietnam & Kamboja) juga masih tercakup dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Sederhananya, hampir seluruh wilayah Asia Tenggara merupakan kekuasaan kerajaan Majapahit. Bahkan, Kekaisaran China sampai hormat dengan Kerajaan Majapahit karena mereka menganggap kerajaan ini sebagai kerabat yang suatu saat bisa diajak bersekutu bukan menjadi negara jajahan maupun bawahan.

4. Puncak Kejayaan Kerajaan Majapahit

Boleh dibilang, Kerajaan Majapahit adalah cerminan wajah Indonesia di masa lalu. Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaannya di era pemerintahan raja ketiga bernama Tribuana Tunggadewi. Beliau merupakan anak perempuan dari Raden Wijaya dan Gayatri. Tribuwana Tunggadewi memerintah dari tahun 1328 hingga 1352, dan mulai memperkuat pertahanan dan juga perdagangannya.

Di akhir jabatannya, Sang Ratu mengangkat seseorang menjadi Patih, ia bernama Gajah Mada. Tribuana Tunggadewi lalu digantikan oleh puteranya yang bernama Hayam Wuruk. Pada masa ke 4 inilah, kerajaan Majapahit menjadi wilayah yang benar-benar makmur. Seluruh rakyat yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan.

5. Hubungan Kerajaan Majapahit dengan Kekaisaran China & Kesultanan Champa

Setelah masa ke 4, Kerajaan Majapahit terus berkembang meski dengan perlahan-lahan. Semenjak tahun 1447, kerajaan Majapahit menyematkan gelar pada rajanya dengan sebutan Brawijaya. Raja pertama yang mendapat gelar ini adalah Kertawijaya yang merupakan cucu dari Hayam Wuruk atau putera dari menantunya yang bernama Wikramawardhana. Sejak masa inilah, kerajaan Majapahit perlaha mulai goyah akibat konflik internal keluarga karena perebutan kekuasaan. Sampai pada puncaknya terjadi pada masa jabatan Brawijaya ke V.

Di awal abad ke 15, Kaisar China mengirim seorang putri bernama Tan Eng Kian untuk dikawini Raja Brawijaya V sebagai simbol mempererat persaudaraan. Hal yang sama ternyata juga dilakukan Kesultanan Champa. Mereka mengirim seorang putri bernama Anarawati. Sejak kedatangan putri Champa itu, Brawijaya V tak lagi bijaksana. Ia sangat mudah dipengaruhi oleh putri Champa itu sampai akhirnya ia mengusir Tan Eng Kian dari istana dan menikahi Anarawati.

Masuknya Anarawati menjadi cikal bakal kehancuran kerajaan Majapahit. Gadis itu memang mengemban misi untuk membuat kerajaan Majapahit runtuh. Termasuk mengubah keyakinan dari Siwa-Budha menjadi Islam, agama yang dianut oleh Anarawati dan Kesultanan Champa.

6. Macan yang Digagahi Merak

Seniman-seniman wengker (Ponorogo) pernah menyindir raja dengan kesenian yang sangat indah dan memukau. Saking takjubnya, Brawijaya V menanyakan arti dari tarian dadak merak itu. Lalu, seniman itu menjelaskan arti kepala macan sebagai simbol raja, dan merak adalah istri yang disukainya. Macan tak berdaya apa-apa setelah kepalanya dihinggapi keindahan merak.

Seperti halnya Brawijaya V yang tak berdaya melakukan apa-apa, selalu menuruti kemauan istri barunya, sampai acuh pada penasehat kerajaan. Mendengar hal itu, sang raja marah dan memerintahkan pasukan untuk menyerang daerah Wengker (Ponorogo).

7. Islamisasi yang Dimulai Dari Inti Kerajaan

Maksud utama Anarawati dikirim ke pusat pemerintahan kerajaan Majapahit adalah untuk mengislamkan kerajaan ini. Ia melakukan segala cara agar jalan Islamisasi di Jawa dapat berjalan dengan lancar. Dimulai dari pengusiran Tan Eng Kian, lalu ia membujuk raja untuk membangun sebuah padepokan pengajaran Islam yang didirikan di Surabaya.

Anarawati lantas memanggil saudaranya dari Champa untuk mengajar. Lambat laun, Islam mulai menyebar dan memengaruhi banyak aspek. Bermula dari sinilah, muncul penyebar agama Islam besar yang kelak disebut Wali Songo. Semuanya dibuka oleh kehebatan Anarawati memengaruhi keputusan sang Brawijaya V.

8. Kehancuran Majapahit Menjadi Nyata

Semenjak Brawijaya V menjabat, Majapahit semakin berada di ujung tanduk. Beberapa wilayah kekuasaan mulai berubah menjadi kerajaan Islam. Mereka semakin menekan ke pusat hingga sering terjadi pemberontakan dan perang. Perdagangan juga kian tak terkontrol, banyak pedagang dan saudagar dari daerah Islam yang datang dan semakin mengislamisasi Jawa.

Keruntuhan kerajaan Majapahit terjadi pada tahun 1478, ketika Panembahan Jimbun mengkhianati Ayahnya sendiri, Brawijaya V dengan menyerang pusat kerajaan dan membuat kerajaan Majapahit itu runtuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *