Hukum Riya Dalam Islam (baru)

Dalam bahasa Arab, arriya ‘(الرياء) berasal dari kata kerja raâ (راءى), yang berarti menunjukkan. Riya ‘adalah untuk menunjukkan kepada Anda ketika Anda bersedia melakukan tindakan ibadah yang baik untuk mendapatkan perhatian dan menerima pujian dari orang lain. Riya ‘dimasukkan karena niat beribadah selain Allah SWT.

Adapun tindakan tindakan yang disukai oleh Allah SWT, mereka adalah yang ditakdirkan secara eksklusif untuk Tuhan, harus dilakukan dengan tulus sesuai dengan kemampuan, bukan untuk memilih dan merupakan rahmat bagi semua alam. Meskipun ibadah yang tidak diterima oleh Tuhan dilakukan dengan tujuan tidak untuk Tuhan, itu tidak tulus, karena mereka ingin menerima hadiah (bisa dalam bentuk pujian atau penghargaan) dan menggantinya.

hukum Riya

Tindakan riya ‘termasuk dalam penyimpangan kecil, sehingga dilarang oleh Islam dan hukumnya haram. Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah SAW mengatakan apa artinya;

“Sebenarnya, apa yang paling ditakuti untuk apa yang aku takutkan terjadi adalah ash syirkul ashghar (syirik kecil), untuk teman-teman bertanya, apa yang dimaksud dengan ash syirkul ashghar? Dia shalallahu alaihi wasallam menjawab:” Ar Riya “.

Jenis – tipe Riya

1. Riya ‘dalam niat

Terkait dengan niat dalam hati, yang merupakan awal dari setiap tindakan yang menyebabkan kurangnya keikhlasan. Dalam sebuah hadits itu berarti;

“Aku mendengar Umar bin Khattab berkata di mimbar; Kudengar aku mendengar Rasulullah SAW berkata; Ungguhnya Sebenarnya, semua tindakan bergantung pada niatnya dan, pada kenyataannya, semua orang setuju dengan apa yang dia inginkan.” (H. R. Bukhari Muslim).

2. Riya ‘beraksi

Kelanjutan niat di hati sebelumnya, yang menunjukkan semua tindakan atau tindakan ibadah di depan orang lain agar diperhatikan dan menerima pujian. Jenis riya ‘yang sedang beraksi adalah:

Tubuh Riya. Misalnya; menunjukkan tanda tubuh kurus puasa rajin.

Riya ‘dalam pakaian. Misalnya; mengenakan pakaian yang sesuai dengan shar’i untuk dianggap saleh.

Riya memberi salam. Misalnya; baca Alquran dengan suara merdu dan fasih di depan orang-orang untuk dipuji.

• Karakteristik tindakan Riya

Ada tiga karakteristik dasar yang merupakan akar dari tindakan riya, yaitu;

Bersikap serius dan bekerja keras saat Anda menerima pujian dan sebaliknya, Anda akan malas jika tidak ada yang memperhatikan atau tidak ada yang menghargai. Bahkan cenderung melepaskan tanggung jawab untuk bekerja jika seseorang melaporkannya.

Ketika bekerja dalam kelompok, Anda akan sangat antusias dan profesional, tetapi Anda akan sangat malas ketika melakukan sesuatu sendiri.

Ketika di depan banyak orang itu akan selalu introspeksi, bukannya tindakan yang melanggar perintah Allah SWT. Di sisi lain, ketika orang lain tidak melihat, Anda akan melakukan tindakan memalukan.

• Bahaya untuk Riya ‘

Riya ‘sekarang begitu merajalela. Sekalipun setiap orang memiliki level yang berbeda, tujuannya masih untuk menerima pujian dari manusia dan tidak untuk menjadi tulus. Riya ‘berbahaya karena merupakan salah satu penyakit jantung yang mengubah seseorang menjadi kelompok munafik.

Riya ‘juga merupakan dosa besar, karena itu diklasifikasikan dalam tindakan melarikan diri, yang membawa murka Allah SWT. Jawabannya tidak lain adalah siksaan api neraka.

Riya ‘dapat melukai siapa pun, termasuk orang yang beriman yang saleh dan saleh. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dan diriwayatkan oleh imam Muslim, Rasulullah SAW melaporkan bahwa kelompok pertama yang dipertimbangkan adalah mereka yang mati syahid, belajar dan mengajar ilmu pengetahuan dan memberi sedekah.

Allah SWT akan benar-benar melemparkan ketiganya ke dalam api neraka karena tindakan ibadah mereka tidak melakukannya dengan maksud Allah SWT. Kata Allah SWT yang berarti;

Ada banyak bahaya lain dari tindakan riya yang jelas sangat berbahaya, yaitu:

Hapus perbuatan

Pada hari penghakiman dia akan dihina di hadapan semua makhluk

Membuat perbuatan baik tidak valid, menjadi buruk dan menderita dosa

Lebih berbahaya dari fitnah

Dihalangi dari taufik dan bimbingan dari Allah SWT

Menyebabkan sempitnya kehidupan

Menjadi penyebab jiwa gelisah dan gelisah

Kehilangan otoritas dan karisma di depan orang lain, Allah SWT mengatakan dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 18, yang berarti; “Siapa pun yang dihina oleh Allah, pasti tidak ada yang akan memuliakannya.”

Profesionalisme di tempat kerja sudah tidak ada lagi

Terjebak dalam sikap arogan yang hanya akan menjadi rumit

Menghilangkan iman

Itu memberi kesengsaraan

Akan tersiksa di akhirat

Beberapa kasus yang diklaim Riya dan Syirik

Pada dasarnya, tindakan riya ‘yang didasarkan pada niatnya untuk melakukan tindakan ibadah ditujukan untuk orang lain selain Allah SWT. Karena niatnya, orang lain tidak akan tahu bahwa apa yang dilakukan adalah tujuannya adalah untuk menerima pujian. Karena itu, ada baiknya mengenali beberapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *