Manajemen Gudang yang Baik

Lakukan stok opname secara berkala sesuai dengan kebutuhan untuk membantu Anda dalam melakukan manajemen stok barang di gudang. Melalui sistem tersebut, maka Anda dapat membuat manajemen stok barang secara ringkas dan lengkap, mulai dari pengurangan, penambahan, dan pemindahan stok dapat dikontrol dengan lebih baik. Ketika Anda ingin memulai untuk mengelola stok barang di gudang, pastikan Anda sudah menugaskan setidaknya satu orang khusus yang bertanggung jawab dalam melakukan segala jenis pencatatannya, seperti mencatat stok barang masuk dan stok barang keluar.

Baca Juga: Pengertian Consignment Stock

Jika memang belum memadai, maka Anda bisa menggunakan sebuah etalase, rak gudang, atau memanfaatkan barang bekas seperti kardus untuk menyimpan persediaan barang dagangan. Sistem manajemen gudang mampu mengestimasikan lebih tepat mengenai seberapa besar stok barang yang diperlukan. Pengiriman barang serta pemeriksaan atau penyortiran barang juga bisa dilakukan lebih cepat jika perusahaan memiliki manajemen gudang yang baik.

Gudang sebenarnya bukanlah urusan stok belaka, namun juga bisa merambat ke manajemen lain termasuk manajemen keuangan suatu perusahaan. Bagi perusahaan kecil yang keadaan modalnya tidak memungkinkan untuk menyediakan tempat serta peralatan khusus, maka dianjurkan agar memilih barang-barang dagangan untuk persediaan, yang cara penyimpanan serta pemeliharaannya tidak terlalu khusus. C) Menyediakan peralatan berupa: lemari biasa, lemari pendingin, lemari pemanas, meja, dan rak yang sesuai dengan cara menyimpan dari jenis barang yang bersangkutan.

– Anda bisa menerapkan sistem random check baik itu harian atau mingguan, jika stok barang yang disimpan terdiri dari beberapa jenis barang. – Terapkan sistem administrasi dan dokumentasi yang mampu memonitor arus keluar, masuk, dan penambahan stok barang Anda. Anda bisa melakukan stok opname secara berkala sesuai kebutuhan untuk membantu Anda dalam melakukan manajemen stok barang di gudang.

Ketika Anda ingin memulai untuk mengelola stok barang di gudang, pastikan Anda sudah menugaskan satu orang khusus yang bertanggung jawab dalam melakukan segala jenis pencatatannya, seperti mencatat stok yang masuk dan keluar. Jika memang belum memadai, Anda bisa menggunakan sebuah etalase, rak gudang, dan juga memanfaatkan barang bekas seperti kardus untuk menyimpan persediaan barang dagangan Anda. Manajemen barang di gudang jika disederhanakan memang berupa tempat menerima, menyimpan, dan mengeluarkan barang dari suatu perusahaan.

Persediaan produk dalam proses biasanya meliputi barang-barang yang masih dalam proses “setengah jadi”. Persediaan bahan baku adalah barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari sumber lain sebagai bahan mentah untuk selanjutnya diolah menjadi produk jadi. Sementara itu, persediaan dari perusahaan manufaktur yang memiliki kegiatan usaha membuat sebuah produk dari bahan dasar produk lain tentunya akan berbeda.

Untuk mempermudah pelacakan dan pengambilan barang, gunakan sistem manajemen inventaris yang terintegrasi dengan SKU atau barcode scanner. Setidaknya, luangkan waktu untuk membersihkan gudang secara berkala agar keadaan barang-barang di dalam ruang penyimpanan tahan lama. Supaya lebih teratur, tak ada salahnya untuk menaruh wadah penyimpanan sesuai kelompoknya dan tambahkan stiker label berdasarkan fungsi atau jenisnya sehingga kamu dapat menemukan barang tertentu secara cepat tanpa harus membongkar wadah satu per satu.

Selain menggunakan lemari dan rak, kamu juga bisa menggunakan wadah penyimpanan untuk barang-barang yang ukurannya relatif kecil. Kamu juga bisa memanfaatkan lemari atau rak penyimpanan agar barang tidak tergeletak secara sembarangan di dalam gudang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *