Usaha Tanaman, Nikmati Ademnya Cuan Ramah Lingkungan

Usaha Tanaman, Nikmati Ademnya Cuan Ramah Lingkungan

Usaha tanaman hias atau buah dapat jadi pilihan usaha yang dapat digerakkan sekalian perduli dengan lingkungan. Dengan demikian, ‘mungkin’ saja cuan yang didapat lebih dingin sebab turut berperan jaga lingkungan. Berikut narasi selengkapnya.

Kehadiran penjual bibit tanaman seperti hiasi jalanan yang tandus sebab dibuat dari beton jadi sedikit hijau. Kampanye perduli lingkungan juga tengah ramai dikerjakan di penjuru dunia, terhitung Indonesia.

Potensial usaha tanaman hias kelihatan semakin jelas saat Sansevieria alias Lidah Mertua jadi populer sebab dapat kurangi polusi udara di kota-kota besar.

Hal tersebut juga sebagai ide Annisa Durotus Safa yang meniti usaha bibit tanaman hias Wit Tanduran di Sidoarjo, Jawa Timur, semenjak awal 2019.

Annisa akui dianya cuma memberikan modal Rp1,5 juta untuk beli beberapa bibit tanaman hias seperti, Sansevieria, Monstera, Calathea, Kaktus, Bunga Mawar, Bunga Matahari, Bunga Krisan, cabe hias, serta Bunga Sepatu. Bibit-bibit itu didapatkan dari petani di Kota Batu, Malang.

Saya memang senang tanaman hias begitu sich. Saya juga bisa modal usaha sesudah jual tanaman hias punya sendiri. Kemudian, baru deh beli bibit tanaman hias yang baru,” ceritanya.

Annisa menjelaskan ongkos operasional usaha tanaman hiasnya itu seputar Rp25 juta. Ongkos itu meliputi bibit, pupuk, pestisida, vitamin, media tanam seperti, sekam, pot, serta transportasi. Ongkos operasionalnya tidak melompat tinggi sebab dilaluinya sendiri alias tidak memakai karyawan serta tempatnya di pekarangan rumah.

Akhirnya, ia tak perlu menganggarkan beban operasional dari sisi upah karyawan atau sewa tempat. Proses bisnisnya, Annisa share pekerjaan dengan suami serta adiknya seperti, pengendalian keuangan, sosial media, pengemasan, perawatan bibit, serta pengiriman.

Ongkos operasionalnya juga meliputi ongkos promo iklan di sosial media. Cukup, dapat penganut sekaligus juga konsumen ,” katanya.

Untuk mendaptkan omzet yang maksimal, Annisa menjual tanaman hiasnya melalui sosial media. Tetapi, ia belum juga merencanakan jual produknya itu di marketplace dagang-el.

Sembilan bulan berjalan, Annisa mengklaim telah memperoleh omzet seputar Rp35 juta sampai Rp40 juta per bulan. Perincian penghasilan itu datang dari penjualan tanaman hias seputar 500 sampai 700 pot per bulan.

Nah, saya juga bukan hanya usaha tanaman hias saja, dan juga usaha pot. Nilai omzet dari jualan pot lumayan,” katanya.

Usaha Tanaman Buah

Bila Annisa masih malas memperlebar jaringan bisnisnya ke marketplace dagang-el, karena itu Higar Agro malah ambil jalan sebaliknya.

Usaha bibit tanaman buah asal Karanganyar, Jawa Tengah, itu malah manfaatkan basis dagang-el supaya bisa mengarah customer di luar kota sampai luar Jawa.

Jika kirim tanaman ke luar Jawa, kami dapat gunakan ekspedisi. Bila banyaknya banyak, kami akan sewa truk untuk mengirimnya,” tutur Pengelola serta Pemasaran Higar Agro Alip Nugroho.

Keseluruhannya, Higar Agro tawarkan kira-kira 80 tipe bibit tanaman buah. Jaringan pembeliannya dapat dikerjakan dalam jumlahnya grosir serta eceran.

Jika dengan grosir tentunya tambah murah daripada eceran,” katanya.

Harga bibit tanaman buah grosir dibanderol seputar Rp27.000 sampai Rp104.000 per bibit. Dari nilai itu, harga bibit tanaman buah dapat di jual pada harga eceran seputar Rp72.000 – Rp175.000 per bibit.

Karena itu, Higar Agro buka paket dropship yang termurah sejumlah Rp10 juta untuk 160 bibit tanaman buah. Dengan pola itu, partner Higar Agro dapat tawarkan produk saja ke customer, tapi bibit tanaman akan dikirim oleh Higar Agro.

Alip menjelaskan harga jual ke customer bergantung tempat penjualan serta ukuran bibit. Makin besar ukurannya, ya makin mahal,” katanya.

Rintangan serta Panduan Usaha Tanaman

Tidak ada usaha yang tidak beresiko, begitu halnya usaha bibit tanaman hias serta buah itu. Salah satunya sebagai rintangan beratnya ialah jaga tingkat depresi bibit supaya tidak mati. Lantas, pemasaran ke luar wilayah juga beresiko mengakibatkan kerusakan bibit tanamannya.

Annisa serta Alip solid menjelaskan tanaman mempunyai potensi rusak, layu, sampai mati bila dikemas serta dikirim memakai layanan pengiriman. Sebabnya, tingkat sinar matahari serta udara yang rendah serta hampir tidak ada.

Pernah ada konsumen di luar kota yang protes sebab ada daun bibit yang patah waktu pengiriman. Untungnya, konsumen sadar itu efek bila memakai layanan ekspedisi,” tutur Annisa.

Ia juga akui lebih senang orang beli langsung ke tempatnya sebab customer dapat pilih bibitnya sendiri serta tidak ada efek rusak sampai ke tangan calon pembelinya itu.

Pertama, mencari sumber suplai bibit yang harga dapat dijangkau. Ke-2, ketahui karakter bibit tanaman yang akan di jual.

Ia menerangkan karakter tanaman itu berlainan, bila sampai salah perawatan dapat mengakibatkan bibit itu mati.

Ada tanaman yang perlu terkena sinar matahari, ada pula yang tidak. Lantas, ada yang perlu tiap hari disiram, ada pula yang hanya seringkali satu minggu. Jika tidak tahu karakteristiknya serta tidak pas, ya bisa-bisa tanaman layu serta mati, pada akhirnya jadi rugi,” tuturnya.

Tertarik menjajal usaha bibit tanaman?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *